Connect with us

Rikkot

Penjelasan Tentang Pengertian Makar, Jenis-jenisnya dan Contoh Makar di Indonesia

Pengertian

Penjelasan Tentang Pengertian Makar, Jenis-jenisnya dan Contoh Makar di Indonesia

Pengertian Makar. Secara bahasa (etimologis) kata makar berasal dari bahasa Arab yang akar katanya makara( – ك – مـ (pada mulanya adalah pohon rindang/rimbun/lebat yang lebat dahannya, lalu digunakan untuk arti menutupi, karena pohon yang banyak dahannya akan menutupi dahan dan ranting yang ada. Ungkapan makara al-lail berarti malam yang kegelapannya telah menyelimuti/menutupi apa yang ada di dalamnya. Lalu, pengertian ini berkembang menjadi perbuatan menipu. Begitu juga dalam kamus Mahmud Yunus kata makar berasal dari kata makara- yamkuru-makran yang artinya menipu.

Dalam istilah Islam, makar ialah suatu tipudaya yang dilakukan oleh orang-orang kafir atau kelompok tertentu untuk menghancurkan kebenaran. Tipu daya ini bisa dilakukan dengan cara menyebarkan isu-isu, fitnah, dan dengan melakukan kekacauan. Ada juga yang mengartikan dengan memalingkan orang lain dari apa yang dikehendakinya dengan tipuan akal busuk. Dan di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia makar mempunyai arti tipu muslihat, akal busuk, perbuatan (usaha) untuk menjatuhkan pemerintah yang sah. Atau dengan kata lain makar juga bisa dikatakan sebagai pemberontakan terhadap pemerintah yag sah,dalam hal ini pemerintah yang dimaksud adalah Kepala Negara.

Arti makar yang disebutkan ini hanya dipakai oleh orang-orang yang berbuat makar yang bermaksud buruk.Sedangkan, makar yang dihubungkan kepada Allah adalah untuk menimpakan balasan/adzab kepada orang-orang yang berbuat berbuat makar (Qs.An-Naml [27] :50), membela rasul-Nya dan memberi kemenangan pada agama-Nya (Qs. Al-Anfāl [8] :30), dan juga menyelamatkan nabi-Nya dari orang-orang yang berbuat makar (Qs. Ali Imrān [3] : 54).

Menurut Quraish Shihab makar berarti mengalihkan pihak lain dari apa yang dia kehendaki dengan cara tersembunyi/tipu daya. Sedangkan, menurut Ismail Haqqi al-Buruswi makar itu berarti melancarkan kerusakan secara sembunyi-sembunyi dan meluas. Dan, Hamka menuliskan di dalam tafsīrnya Tafsīr Al-Azhar bahwa kata-kata makar telah diambil alih dan dijadikan bahasa Indonesia, yaitu segala tindak pidana untuk maksud yang jahat di dalam bahasa hukum Indonesia telah disebut makar. Dan beliau menafsirkan lafazh makar dalam Qs.Al-An‘ m [6]:123 adalah segala tipu daya untuk memalingkan seseorang dari tujuan yang dimaksudnya kepada tujuan yang lain, baik dengan perbuatan ataupun dengan ucapan-ucapan yang manis. Dan juga dipakai untuk memalingkan orang dari yang benar kepada yang salah, dari yang baik kepada yang jahat. Dari pemaparan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa makar itu berarti:

  1. Melakukan tipu daya secara sembunyi-sembunyi
  2. Memalingkan orang lain lain dari tujuannnya dengan suatu bentuk tipu daya
  3. Menimpakan hal yang dibenci kepada orang lain dengan sembunyi-sembunyi
  4. Rencana yang tersembunyi untuk menyampaikan orang yang ditipunya kepada sesuatu yang tidak disangka-sangka.

Dari semua pengertian diatas, maka pengertian yang lebih mendekati kebenaran adalah rencana tersembunyi yang teguh untuk melakukan apa yang dikehendaki oleh pembuat makar kepada sasarannya dengan cara yang tidak disangka-sangka.

 

Sebab-sebab Makar

Allah SWT sudah menjelaskan dalam Al-Qur’ān bahwa Sunnah-Nya pada umat manusia memutuskan pada setiap bangsa atau umat terdapat para pemimpin yang melakukan tipu daya terhadap Rasul-Nya, penentang pembaruan dan menentang seruan mereka. Selagi hal itu mereka lakukan, maka Allah menerangkan bahwa sunnah ini berlaku terhadap para penjahat penduduk Mekkah yang bersikap keras kepala terhadap ayat-ayat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Diantara sebab-sebab berbuat makar yang disebutkan dalam Al-Qur’ān antara lain:

Karena kufur terhadap Allah SWT dan Rasul-Nya, dalam Qs.Al-An‘ m [6] : Dan apabila datang suatu ayat kepada mereka, mereka berkata “kami tidak akan percaya (beriman) sebelum diberikan kepada kami seperti apa yang diberikan kepada rasul-rasul Allah.” Allah lebih mengetahui dimana Dia menempatkan tugas kerasulan-Nya. Orang-orang berdosa nanti akan ditimpa kehinaan disisi Allah dan adzab yang keras karena tipu daya yang mereka lakukan. Inilah salah satu sebab orang kafir/musyrik berbuat makar. Yaitu, apabila datang kepada mereka satu ayat yang nyata darial-Qur’ān, yang memuat kebenaran Rasul Allah, tentang apa yang diadakan dari Tuhannya, berupa Tauh dan petunjuk, maka mereka mengatakan ”kami takkan beriman kecuali bila dating daripadanya ayat-ayat kauniyah (mukjizat-mukjizat) yang dengan itu Allah meneguhkannya, seperti yang telah di datangkan kepada rasul-rasul Allah lainnya.

Misalnya, terbelahnya laut bagi Nabi Musa dan disembuhkannya orang buta serta dihidupkannya kembali orang-orang yang mati bagi Nabi Isa. Sehingga datanglah para malaikat kepada mereka dari Allah dan membawa risalah, sebagaimana malaikat-malaikat itu datang kepada rasul-rasul.

Pengertian ini semakna dengan firman Allah:

Berkatalah orang-orang yang tidak menanti-nanti pertemuannya dengan Kami “mengapa tidak diturunkan kepada kita malaikat atau mengapa kita tidak melihat dengan Tuhan kita? (Qs. Al-Furqān [25] :21 ).

Ternyata memang pada dasarnya, mereka tidak mau beriman dan mengakui Nabi Muhammad, kecuali bila Nabi diberikan hal yang serupa sebagaimana diberikan kepada rasul-rasul sebelumnya.Allah membantah tuntutan mereka dan menyatakan bahwa Allah yang mutlak mengetahui kepada siapa Dia menempatkan tugas kerasulan. Tuntutan mereka yang seperti itu dijelaskan dalam firman-Nya:

Dan mereka (juga) berkata, “mengapa Al-Qur’ān tidak diturunkan kepada orang besar (kaya dan berpengaruh) dari salah satu diantara dua negeri ini (Mekkah dan Thaif)”?(Qs. Az-Zukhruf [43] :31)

Tuntutan seperti ini mereka kemukakan kepada Nabi karena terdorong oleh kedengkian dan kesombongan mereka dan dimaksudkan untuk membantah posisi Nabi sebagai Rasulullah.8Kufur kepada Allah adalah mengingkari adanya Allah serta tidak percaya dengan apa yang dibawa oleh Rasul-Nya baik secara keseluruhan atau sebagian saja, yang mana pelakunya disebut kāfir. Mengenai hal ini, orang-orang kāfir banyak disebut dalam al-Qur’ān yang berakibat buruk bagi mereka di akhirat kelak, dengan mendapatkan siksaan yang pedih, sebagai balasan atas perbuatan mereka sendiri sewaktu hidup di dunia.

 

Pelaku Makar

Setelah diuraikan diatas tentang pengertian dan sebabmakar, maka akan dapat diketahui tentang pelaku makar yang dikemukakan Al-Qur’ān. Diantaranya adalah :

Orang Kāfir

Diantara sifat orang kāfir di dunia adalah membuat makar atau tipu daya. Yang sebagaimana makar ini adalah perbuatan yang membahayakan seseorang dalam bentuk yang tersembunyi, atau berbuat bahaya dengan bentuk perbuatan bermanfaat. Salah satu bentuk makar orang kāfir di dalam al-Qur’ n adalah memikirkan rencana untuk menawan Nabi Muhammad sehingga beliau tidak dapat bertemu dengan kaumnya dan tidak dapat lagi menyebarkan agama Islam, atau membunuh dan mengusir Nabi ke tempat yang terpencil. Sebagaimana disebutkan dalam suatu riwayat, ketika segolongan kaum Quraiys dan pembesar dan pembesar suku-suku lainnya akan memasuki Dāran-Nadwah (balai pertemuan), iblis yang menyamar sebagai orang tua dan dihormati, menghadang mereka. Ketika melihatnya, mereka bertanya: “siapakah anda Tuan?” iblis menjawab: “saya seorang Syeikh dari Nejd yang ingin mendengar apa yang akan dimusyawarahkan oleh kalian (tentang Muhammad) dan ingin menyaksikan permusyawarahan itu. Mudah-mudahan aku dapat menyumbangkan pikiran dan nasihat.” Mereka pun menyetujuinya, lalu iblis pun masuk bersama mereka.

Syeikh Nejd (iblis) berkata: “bagaimana pandangan kalian tentang (hukuman yang pantas bagi) Muhammad?, salah satu dari mereka berkata:”masukkan saja ke dalam penjara dan kaki serta tangannya diikat sampai mati, sebagaimana matinya dua orang penyair yaitu Zuhair dan an-Nabighah, karena perbuatannya pun sama seperti salah seorang diantar mereka.” Lalu iblis pun berkata:”Demi Allah pendapat seperti itu tidak baik, karena nanti akan ada yang simpati padanya, lalu memberitahukan tempat tahanannya kepada sahabat- sahabatnya. Mereka akan segera menyerbu, mengambilnya dari tangan kalian, dan menjaganya. Dengan demikian kalian tidak akan aman dengan gangguan mereka yang akan mengusir kalian dari negeri ini. Cobalah keluarkan pendapat yang lain.” Salah seorang lainnya berkata: “usir saja dari negeri kita, agar kita terbebas dari gangguan dan ucapannya”,lalu berkatalah iblis: “ Demi Allah, pendapat ini pun tidak baik, apakah tuan-tuan tidak mengenal omongannya yang begitu menarik, lisannya yang begitu lincah, dan perkataannya ynag begitu manis. Demi Allah jika kalian berbuat demikian, orang Arab dari segala suku akan mengikutinya dan menurut kepadanya. Akhirnya, mereka akan bersatu untuk mengusir kalian dari tanah tumpah darah kalian dan akan membunuh kalian.” Mereka berkata:” benar, demi Allah, cobalah kemukakan pendapat yang lainnya.” Abu Jahal pun berkata:”Demi Allah, aku akan member pendapat yang tidak ada taranya.” Mereka berkata: “Bagaimanakah pendapatmu itu?” Abu Jahal menjawab: “kamu ambil dari setiap kabilah seorang pemuda yang gagah berani, dan masing-masing dibekali pedang yang tajam dan ditugaskan untuk mencincang Muhammad bersama-sama, sehingga pertanggung jawabannya terbagi ke segala kabilah. Aku yakin, Bani Hasyim tak akan mampu melawan suku Quraisy.”13

Pendapat ini diterima oleh mereka karena menurut mereka masuk akal, maka berkatalah Syeikh Nejd (iblis): “Demi Allah itu merupakan buah pikiran yang sangat baik, aku tidak mendapatkan yang lainnya. ”Mereka pun bubar dari pertemuan itu untuk melaksanakan keputusannya. Maka datanglah Jibril kepada Nabi Muhammad SAW, dan memerintahkan beliau untuk tidak tidur di tempat yang biasa, serta menyampaikan keputusan mereka.maka Rasulullah SAW tidak bermalam di rumahnya. Allah memberi izin untuk meninggalkan kota Mekkah.  Ayat ini turun setelah Rasulullah sampai ke Madinah, yang menerangkan nikmat yang diberikan Allah agar disyukuri. (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas.

 

Macam-macam Makar

Menurut para Ulama, makar terbagi pada 2 macam, yaitu makar yang terpuji (baik) dan makar yang tercela (buruk).Makar yang terpuji adalah makar yang dimaksudkan untuk berbuat baik dan mengakibatkan kebaikan.

Sebagaimana disebutkan dalam Qs. Ali Imrān [3] : 54, bahwa di dalam ayat ini Allah melakukan makar terhadap orang kāfir untuk menyelamatkan Nabi Isa As dengan cara mengangkatnya dan menjadikan salah seorang yang berada di dalam rumah itu serupa dengan Nabi Isa As.

Sedangkan makar yang tercela adalah makar yang dimaksudkan untuk berbuat kejelekan/keburukan dan mengakibatkan sesuatu yang buruk. 18 Seperti, berbuatzhālim, berbuat kerusakan,sertamenghalang-halangi dalam menyebarkan agama Islam (Qs. Ibrāhīm [14] 42) dan menghiasi perbuatan sesat mereka, hal ini mereka lakukan siang dan malam. Mereka seolah-olah melarang manusia untuk beriman dan mengangungkan kebesaran Allah di muka bumi. Tipu daya yang pernah mereka lakukan dalam upaya untuk menimpakan penderitaan kepada Rasul dan pengikutnya dengan pembunuhan, kurungan, atau pengusiran dari rumah mereka. Seperti kisah Nabi Shālih As dan kaum Tsamud pada Qs. An-Naml [27] : 48-51, bahwa di negeri itu terdapat sembilan atau delapan orang yang membuat kerusakan, pembangkang dan juga yang membunuh unta. Mereka merencanakan untuk menculik Nabi Shālih As dan keluarganya pada malam hari lalu membunuhnya, akan tetapi makar mereka dihancurkan Allah dengan jalan yang tidak disangka-sangka. Dan hal serupa juga terjadi pada Nabi Nuh As, Nabi Isa As dan Nabi Muhammad SAW.

 

Contoh-contoh makar di Indonesia

  1. Kasus makar pertama dilakukan oleh seorang Daniel Maukar. Saat Bung Karno masih menjabat presiden NKRI, dia melakukan serangan mengerikan ke istana negara. Dengan pesawat tempur yang dikendalikannya, pilot hebat Indonesia ini melakukan penyerangan yang mematikan. Untungnya, pada kejadian ini, Bung Karno sedang tidak ada di tempat sehingga nyawanya jadi selamat.
  2. Kasus makar selanjutnya dilakukan oleh GAM. Semua orang sudah paham kalau GAM melakukan cukup banyak serangan di Aceh. Mereka ingin merdeka dan lepas dari NKRI. Dalam aksi yang dilakukan selama bertahun-tahun itu, GAM kerap mengibarkan benderanya dan melawan pasukan TNI yang melakukan penjagaan.
  3. Hampir sama dengan GAM, RMS atau Republik Maluku Selatan dan juga OPM atau Organisasi Papua Merdeka juga dianggap sebagai organisasi yang melakukan tindakan makar dan melawan kedaulatan NKRI. Terakhir, PKI yang dipercaya melakukan penyerangan dan membuat Indonesia jadi mencekam juga ditetapkan pemerintah sebagai tindakan makar yang besar dan terorganisir dengan baik.
Advertisements

Continue Reading

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Postingan Lain Dari Pengertian

Advertisements

Postingan Terbaru

Advertisements
To Top